Sepi Pembeli Jelang Ramadhan, Pedagang Pasar Jatinegara Waswas Hadapi Lebaran

Ekonomi

Suasana Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, terlihat lesu menjelang datangnya bulan Ramadhan 2026. Para pedagang mengeluhkan sepinya pengunjung yang berdampak signifikan pada penurunan omzet harian. Biasanya, jelang puasa menjadi momentum puncak penjualan sembako, bahan takjil, dan kebutuhan lebaran. Namun tahun ini, kondisinya berbeda.

“Sudah seminggu ini pembeli sepi. Padahal biasanya mulai ramai dua minggu sebelum Ramadhan,” keluh Siti, pedagang sembako yang telah 15 tahun berjualan di lokasi tersebut. Ia mengaku omzetnya turun hingga 40 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Fenomena serupa dialami pedagang pakaian muslim dan perlengkapan ibadah yang juga mengeluhkan minimnya transaksi.

Beberapa faktor disinyalir menjadi penyebab lesunya aktivitas pasar. Pertama, daya beli masyarakat yang masih tertekan akibat inflasi harga pangan. Kedua, pergeseran kebiasaan belanja ke platform daring yang menawarkan promo Ramadhan lebih menggiurkan. Ketiga, cuaca ekstrem yang membuat calon pembeli enggan keluar rumah.

Pemerintah setempat telah berupaya menggelar bazar murah dan memperbaiki akses jalan menuju pasar. Namun langkah tersebut belum mampu mengembalikan animo masyarakat seperti sedia kala. “Kami berharap ada stimulus tambahan agar daya beli masyarakat meningkat,” tambah Ahmad, koordinator pedagang sayur.

Kondisi ini menjadi alarm bagi pelaku ekonomi mikro di ibu kota. Jika tren penurunan terus berlanjut, bukan tidak mungkin banyak pedagang terpaksa mengurangi stok atau bahkan menutup lapak sementara waktu. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menghidupkan kembali denyut perekonomian pasar tradisional. Bagi yang ingin mencari inspirasi kuliner buka puasa, Anda dapat mengeksplorasi beragam pilihan menarik melalui Indo Bet. Dukungan dengan berbelanja di pasar tradisional tetap menjadi langkah nyata untuk menjaga keberlangsungan ekonomi rakyat jelang hari raya.